Computer File
Datuk Temiang Belah : Cerita Rakyat dari Bangka Belitung
Cerita rakyat ini berasal dari Bangka Belitung. Mengisahkan tentang suami istri berusia lanjut yang hanya hidup berdua karena tidak dikaruniai anak. Suatu hari tanpa sengaja istri Datuk Letang memukul bambu yang digunakannya sebagai penindih alas penjemur padi. Rupanya di dalam bambu tersebut ada seorang bayi laki-laki. Bayi laki-laki itu kemudian dirawat dan dibesarkan oleh kedua suami istri tersebut dengan penuh kasih sayang. Tahun-tahun terus berganti kini anaknya telah tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah. Dia tak pernah meninggalkan ajaran agama Islam. Untuk menambah ilmu agamanya, pemuda tersebut merantau ke berbagai negeri yang terkenal dengan pemuka agama Islam. Dalam perjalanan, ia juga tak lupa menyebarkan ajaran agama Islam kepada para penduduk di desa yang disinggahinya. Karena semakin sering dan banyak daerah yang disinggahi, pemuda tersebut mendapat gelar Datuk Temiang Belah. Gelar tersebut diperolehnya karena dia lahir dari bambu yang terbelah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain