Text
Tentara Para Malaikat
Beberapa orang Yahudi dari Kabilah (suku) Bani Nadhir dari beberapa orang Arab dari Kabilah Bani Wa'il menuju ke Mekah. Mereka mendatangi para pemuka masyarakat Quraisy. Ada apakah gerangan? Ternyata mereka berunding untuk menghancurkan kaum Muslimin. Orang-orang Bani Nadhir itu terus menghimpun kekuatan, mengajak kabilah-kabilah Arab lainnya untuk bersekongkol memusuhi kaum Muslimin. Dibujuknya pula Kabilah Bani Ghatafan, sebuah suku yang besar, juga Kabilah Bani Quraidzah yang bermukim di Madinah. Semuanya sepakat untuk mengeroyok kaum Muslimin dalam peperangan yang sudah ditentukan waktunya. Rasulullah mendengar juga tentang kesepakatan itu. Namun, beliau tidak mempercayai begitu saja. Kemudian diutuslah dua orang Muslim untuk mendatangi pemukiman Kabilah Bani Quraidzah. Dua utusan itu melaporkan kepada Rasulullah, bahwa kaum Muslimin benar-benar menghadapi musuh dari beberapa golongan sekaligus. Mereka disebut pasukan Ahzab. Gabungan kekuatan tentara Ahzab itu mecapai 10.000 orang, sedangkan kaum Muslimin hanya 4.000 orang. Rasulullah berunding dengan para sahabat untuk menentukan siasat perang. Salman Al-Farisiy, salah seorang sahabat mengusulkan untuk membuat parit pertahanan.
| A2009001726 | 2X1.61 SMA t | Rak Karya Umum (SMP) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain