Text
Mei Lie
Buku ini berkisah tentang seorang pemuda asal Makassar bernama Junaid yang sangat membenci etnis Cina karena kerusuhan yang terjadi pada September 1997, yang membuat hubungan antara penduduk pribumi dan nonpribumi terkoyak. Junaid adalah seorang pemuda muslim, namun ia tidak tahu banyak tentang islam, ia juga bukan muslim yang taat. Junaid bekerja di sebuah super market milik keluarga Ahuang, tepatnya dimiliki oleh keluarga dari etnis Cina, yang juga salah satu korban amuk massa September 1997. Awalnya Junaid bekerja hanya untuk membiayai kuliahnya, hingga ia harus melupakan kebenciannya terhadap etnis Cina. Akan tetapi perasaan itu berubah ketika ia mengenal Mei Lie, anak pemilik super market tempatnya bekerja. Mei Lie adalah gadis Cina yang sangat baik hati, tidak seperti kebanyakan etnis Cina lainya yang sangat tidak suka terhadap orang pribumi. Junaid yang tidak tahu banyak tentang Islam itu justru belajar islam dari Mei Lie yang sebenarnya bergama Budha. Seiring berjalannya waktu, hubungan Junaid dan Mei Lie semakin dekat. Dan diam-diam Junaid menaruh hati pada Mei Lie, anak pemilik super market tempatnya bekerja. Hingga suatu saat ia mengutarakan keinginan hatinya, namun ia bingung sendiri karena Mei Lie menjelaskan kepadanya bahwa islam melarang untuk menikahi wanita non-muslim. Mei Lie sang gadis Cina yang telah memberi Junaid kekuatan untuk lebih mengenal Tuhan yang selama ini ia abaikan kini pergi dari kehidupan Junaid. Dan setelah kepergian Mei Lie, Junaid pun semakin giat belajar islam untuk menentramkan rasa cinta dan kehilangannya kepada Mei Lie.
| B2009001233 | 813 ANW m | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain