Text
Buruh Gendong
Untuk pertama kalinya Yoko diajak Pandu dan Asri ke pasar tradisional di Yogyakarta untuk mencari oleh-oleh batik. Selama di pasar, Yoko selau bertanya tentang hal-hal yang menurutnya aneh dan tidak lazim di Papua. Mereka melihat seorang ibu buruh gendong jatuh terduduk karena beban bawaan yang terlalu banyak dan berat sehingga bawaannya berantakan. Dan dimarahi orang yang menyuruhnya. Pandu, Asri dan Yoko membantu membereskan dan membawa barang ibu buruh gendong tersebut sampai ke mobil yang dituju. Setelah selesai, mereka berbincang -bincang tentang pekerjaan ibu tua sebagai buruh gendong. Sebagai ucapan terima kasih, sang ibu tua buruh gendong memberikan satu-satunya barang berharga yang dimilikinya. Yaitu sebuah kantung mata uang yang terbuat dari batik kepada Pandu, Asri dan Yoko.
| A2015008313 | 741.5 GWU b | Rak Fiksi Pengetahuan | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain