Text
Pembelajaran Anak Tunagrahita : Suatu Pengantar dalam Pendidikan Inklusi
Kegagalan pembelajaran pada anak tunagrahita, secara umum disebabkan kurang tepatnya program yang diterapkan oleh para guru terhadap siswa yang bersangkutan. Memberikan layanan pembelajaran pada siswa dengan tunagrahita banyak menemui kesulitan. Salah satunya adalah penyusunan program pembelajaran individual yang kurang sesuai dengan kondisi dan keberadaan kelainan setiap siswa. Hal ini membuat guru yang bersangkutan dituntut untuk mampu menyusun program kegiatan belajar mengajar yang bersifat individual, terutama dengan memanfaatkan media pola Gerak Irama yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik khusus peserta didik. Suatu pola gerak yang bervariasi, diyakini dapat meningkatkan potensi peserta didik dengan kebutuhan khusus dalam kegiatan pembelajaran (berkaitan dengan pembentukan fisik, emosi, sosialisasi, dan daya nalar). Anak dengan hendaya hiperaktif (attention deficit disorder with hyperactive). Hyperactive bukan merupakan penyakit tetapi suatu gejala atau symtoms. Symtons terjadi disebabkan oleh kerusakan pada otak (brain damage), kelainan emosional (an emotional disturbance), kurang dengar ( a hearing deficit), atau tunagrahita (mental retardation). Buku ini menjelaskan mengenai pola gerak untuk anak tunagrahita, berbagai macam pola gerak, dan tidak hanya berupa teori, namun aplikasi dari teori tersebut juga diuraikan.
| NF0045 | 371.92 BAN p | 300- Rak Ilmu-Ilmu Sosial (SMPIT 05) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain