Text
Seratus Satu Jam
Di sebuah pulau, berdiri negeri kecil bernama Negeri Seratus Satu Jam. Ada seratus jam yang amat besar di negeri itu. Setiap jam mempunyai alarm yang berbeda-beda dan tugas yang berbeda-beda pula. Ada jam yang berdentang sebagai tanda anak-anak harus membaca buku IPS setebal kamus. Ada pula jam yang selalu berbunyi sebagai tanda tidur siang, dan sebagainya. Pangeran Raikha, putra mahkota Negeri Seratus Satu Jam, sangat membenci jam-jam itu. Suatu hari, jam sebagai tanda tidur siang tidak berdentang. Semua anak heran, begitu pula Pangeran Raikha. Tapi, mengapa Raja Flota dan Ratu Cantika tenang-tenang saja, ya? Apa yang terjadi dengan seratus satu jam tersebut?
| F1234 | 813 DIT s | Pusling (Pustaka Keliling) SDIT (SDIT Pojok Baca) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain