Text
Imaduddin Zanki
Imaduddin Zanki besar tanpa kehadiran penuh ayahnya. Sang ayah wafat terbunuh dalam carut marut dan kotornya kepemimpinan kaum muslimin yang lemah pada saat itu. Ia bahkan tumbuh dalam pelarian, demi menyelamatkan nyawa ibu dan dirinya dari kezaliman penguasa pembunuh ayahnya. Di masa itu, kekuatan Sabilis mengoyak iman para pemimpin muslim, sehingga tiada lagi perlindungan dan kebijaksanaan yang dapat dijadikan naungan oleh masyarakat muslim saat itu. Kondisi yang sulit menempa Imaduddin menjadi sosok yang cakap, bijaksana, lembut, santun, dan dermawan.
| N0518 | 2X9.7 HAN i | Rak Karya Umum (SDIT) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain