Text
Siti Nurbaya
Karya ini diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka tahun 1922. Meski diterbitkan dua tahun setelah Azab dan Sengsara, novel ini dianggap sebagai monumen sastra Angkatan 20. Tidak heran jika pada tahun 1969, novel ini meraih penghargaan tahunan dari pemerintah Republik Indonesia. Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan cerita ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia.
Meski masih mengusung persoalan perjodohan seperti dalam novel sezamannya, konflik yang diangkat lebih rumit dan lebih luas lagi. Bersama keindahan cinta Sitti Nurbaya dan Samsul Bahri, ada kenangan dan kebencian terhadap perangai Datuk Maringgih yang licik sekaligus elegan. Benarkah Samsul Bahri adalah tokoh baik?
Mengapa Datuk Maringgih yang digambarkan jahat, pada akhir cerita menjadi patriot yang menentang kompeni dan kemudian wafat dengan darah membasahi bumi pertiwi?
Siapakah sesungguhnya yang menjadi pahlawan?
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain