Text
Jangan Panggil Septi Monyet
Kumpulan tulisan para wartawan ANTARA pada buku ini membuktikan bahwa kita tak pernah kehilangan sumber inspirasi dan keteladanan. Lihatlah Ramlan, yang memilih untuk berjuang hidup dengan cara paling dramatis dengan memotong bagian tubuhnya agar bisa selamat dari musibah bencana alam di Sumbar. Ramlan adalah motivator sejati bagi kita. Hidup adalah pilihan, yang kadang pilihan itu amat menyakitkan dijalani demi sebuah tujuan besar yang diyakini. Lihatlah Tri Mumpuni, seorang perempuan yang punya energi berlimpah dan tak pernah habis untuk membantu masyarakat agar menikmati listrik di pedesaan, ketika instrumen keuangan negara tak mampu memahami keterbatasan rakyat, padahal teruji rakyat punya modal sosial kejujuran dan gotong royong. Energi positif yang ditebarkan tokoh-tokoh dalam buku ini tak akan hilang, terus menyebar sebagai penyampai kisah-kisah inspiratif anak-anak negeri ini yang penuh dengan prestasi, pergulatan hidup, semangat, pengabdian dan penuh dengan keteladanan. Para wartawan ini membuktikan bahwa keteladanan dan inspirasi bukanlah jauh dan berada di luar jangkauan diri kita, melainkan sebuah panggilan bagi semua orang untuk mewujudkannya. Ramlan, Tri Mumpuni, Triyaningsih dan tokoh-tokoh yang ditulis pada buku ini adalah bukti bahwa setiap orang dapat melakukan sesuatu yang berbeda, bersikap mental positif dan terus menyalakan 'lilin' ketika sebagian dari kita terus meratapi kegelapan.
| J2017000117 | 070.4 PAN j | (SMAIT) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain